Categories
Berita

NIM Menurun, Bank Bakal Naikkan Bunga Kredit

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan sampai akhir tahun ini masih berpotensi menurun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, bank­bank bakal menaikkan suku bunga kredit sampai tahun depan. Ekonom senior PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menjelaskan, perbankan sudah mengantisipasi penurunan NIM dengan meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Sebab, ke depan bank tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan bunga bersih (net interest income/ NII). Di sisi lain, kebijakan menaikkan suku bunga kredit juga dilakukan secara hati­hati agar tidak menimbulkan kredit bermasalah (non performing loan/NPL). “NIM memang ada potensi penurunan jangka pendek, tapi bank tidak bisa menaikkan bunga secara langsung, karena perlu lihat nasabah dan hati­hati. Kalau tidak akan berdampak ke NPL. Tapi dengan pola pelan­pelan, suku bunga bisa dinaikkan untuk jaga NIM,” jelas Andry di Plaza Mandiri, Jakarta, pekan lalu. Dia mengatakan, sejak awal tahun sampai dengan saat ini Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan 125 basis poin untuk suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR). BI juga diperkirakan masih akan menaikkan sekali lagi bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% tahun ini.

Dia memperkirakan, setiap kenaikan 100 bps bunga acuan BI akan berdampak pada kenaikan suku bunga kredit perbankan sekitar 20­40 bps. Naikkan Suku Bunga Meski demikian, dengan perkiraan tersebut, menurut Andry, perbankan juga tidak akan langsung menaikkan suku bunga kredit. Sebab, ada lag waktu dari kenaikan suku bunga acuan terhadap bunga deposito dan bunga kredit bank. “Rata­rata kalau 1% kenaikan bunga BI, bank bisa menaikkan 20­ 40 bps bunga kredit. Kalau menaikkan mungkin tidak seelastis kenaikan bunga acuan, ada lag waktunya,” tambah dia. Menurut Andry, perbankan diperkirakan banyak yang mulai menaikkan suku bunga kreditnya pada kuartal IV­2018. Penyesuaian suku bunga deposito terhadap bunga acuan sekitar 1­2 kuartal, sedangkan bunga kredit sekitar 3­4 kuartal lebih lama. Hal tersebut bisa diartikan sampai tahun depan, industri perbankan akan menyesuaikan suku bunga kredit lebih besar lagi. Oleh karena itu, Andry menjelaskan, pihaknya memproyeksi suku bunga acuan BI masih akan meningkat hingga 6,5% atau masih ada potensi naik 100 bps dari posisi saat ini di level 5,5%. Meskipun pihaknya menyebut industri perbankan mulai mengerek bunga kredit sampai tahun depan, kenaikan di tiap segmen akan bervariasi sesuai dengan profil risiko. “Kalau dari tahun ini bank belum naikkan, berarti sudah 2,25% BI menaikkan bunga sampai tahun depan bank akan naikkan bunga berapa. Tapi ini bervariasi, segmen konsumer paling memungkinkan, konsumer tidak ya, perlu hati­hati,” papar dia. Sementara itu, beberapa bank juga mulai menaikkan bunga kredit pada September 2018 antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada segmen kredit korporasi dan konsumer. “Kredit secara bertahap, tapi kami juga sesuaikan, deposito dulu baru nanti kredit, rencananya bulan September kami sesuaikan. Kami kira sektor konsumer dan korporasi, kalau KPR (kredit pemilikan rumah) kami coba 25­50 bps, tapi kami lihat lagi nanti,” kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo. Di sisi lain, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengaku, pihaknya juga melihat ada ruang kenaikan suku bunga kredit korporasi.

Dia menyebut pada September 2018 mulai menyesuaikan suku bunga kredit korporasi. “Ada pasti kenaikan, bunga BI sudah naik lebih dari 100 bps, kami juga akan menaikkan, rupiah dan dolar AS pasti naik. Tapi kami naikkan bertahap, tidak langsung, semester kedua ini pada September kami mulai adjust perkiraannya sampai 50 bps naiknya,” terang Royke. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) juga akan menyesuaikan suku bunga kredit pada September 2018. Menurut Andry, untuk menjaga risiko kredit macet di tengah tren kenaikan suku bunga adalah prinsip kehati­hatian industri perbankan. Pasalnya, NPL industri perbankan sudah mencatatkan perbaikan, sehingga diharapkan bank tidak langsung menaikkan bunga untuk menjaga NIM, karena berpotensi menjadi NPL ke depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *