Categories
Berita

Dari Kolam Politik Di AKP Tidak Setuju

Dari kolam politik di AKP, Erdogan dan Yıldırım bahu-membahu di tataran eksekutif. Dari catatan sepak terjang itu, publik Turki mengenal Yıldırım sebagai loyalis Erdogan. ”Yıldırım dipilih menjadi pemimpin AKP dan perdana menteri bukan karena kemampuannya, melainkan lantaran sikap penurutnya kepada Presiden,” kata Wolfango Piccoli, Ketua Teneo Intelligence, lembaga riset yang berbasis di London, Inggris. Tiga periode sebagai perdana menteri rupanya tak cukup bagi Erdogan.

Pria 62 tahun ini masih ingin mencengkeram kekuasaan. Tapi ambisinya itu justru ”terganjal” oleh AKP, yang hanya mematok tiga PASANG BADAN LOYALIS ERDOGAN kali masa jabatan ketua umum. Di Turki, pemimpin partai berkuasa otomatis menjadi perdana menteri. Erdogan telah menghabiskan jatah memimpin AKP. Selain itu, pada Agustus 2014, Erdogan mundur dari AKP karena mencalonkan diri sebagai presiden. Ia menyerahkan kursi Ketua Umum AKP kepada Ahmet Davutoglu.

Saat itu Erdogan sukses meraup 52 persen suara dan dinobatkan sebagai presiden pertama Turki dari hasil pemilihan langsung. Ia terpaksa memutus hubungan dengan partai karena konstitusi mengatur bahwa presiden harus netral secara politik. Sejak itu, Davutoglu, 57 tahun, yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri, mengisi kursi perdana menteri. Namun hubungannya dengan Erdogan hanya seumur jagung. Pada awal Mei lalu, Davutoglu, profesor politik dan diplomat kawakan, memilih mundur.

Ia pecah kongsi dengan Erdogan dalam sejumlah isu domestik dan luar negeri. Mundurnya Davutoglu merupakan puncak ketegangan hubungannya dengan Erdogan. Sejak beberapa bulan lalu Davutoglu, akademikus yang dikenal idealis, diketahui menentang ambisi Erdogan untuk memperkuat wewenang presiden. ”Saya memutuskan lebih tepat bagi kesatuan (AKP) untuk mengganti pemimpin,” ujar Davutoglu kala itu.

Untuk isu luar negeri, Erdogan dikabarkan terganggu sepak terjang Davutoglu. Ia dianggap sukses mengawal negosiasi dalam isu pengungsi dengan Uni Eropa. ”Erdogan cemburu kepada Davutoglu dan khawatir ia menjadi terlalu mandiri,” demikian CBC News, yang menulis bahwa Erdogan berhasrat tampil sebagai penguasa tunggal di Turki.

l l l DALAM sistem parlementer di Turki, kepala negara hanya berkutat di seputar urusan seremonial. Bagi Erdogan, yang telah menancapkan pengaruh kuat selama lebih dari satu dasawarsa terakhir, kursi presiden tidak cukup. ”Yıldırım diharapkan secepat mungkin mengubah sistem pemerintahan di Turki,” demikian menurut The Australian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *