Categories
Tekno

Mempertahankan Ciri Khas Arsitektur Maxwell

Digital Alliance tampaknya tidak sete ngah-setengah dalam mengembang– kan varian graphic card berbasis arsitektur Maxwell. Graphics card NVIDIA GTX 750Ti besutan mereka setidaknya tersedia lebih dari dua macam varian. Untuk versi OC atau yang menyediakan perdforma di atas rata-rata, mereka juga menyediakan seri StormX OC Dual. Seperti apakah performa yang dimilikinya? Sesuai chipsetnya, GTX 750 TI dirancang agar irit daya, tetapi masih mampu memberikan tampilan visual yang mumpuni. Hal ini juga berimbas kepada performanya secara keseluruhan.

Dilihat dari desainnya, graphics card ini memiliki pendingin yang tidak biasa. Mengapa? Karena ukuran pendinginnya jauh lebih besar dari panel circuit board yang terpasang. Ukuran yang besar menjadikannya sebuah graphics card yang sanggup menopang dua buah fan. Alhasil, saat beroperasi penuh, Digital Alliance GTX 750 TI StormX OC Dual tidak menghasilkan panas lebih dari 60 derajat. Jumlah fan yang tersedia tentunya memerlukan asupan daya yang lebih besar.

Graphics card ini tidak membutuhkan konektor power tambahan, sehingga tetap mempertahankan ciri khas dari arsitektur Maxwell, irit daya. Di sisi lain, performa yang dimiliki juga tidak mengecewakan. Berdasarkan data teknis yang kami sajikan, terlihat bahwa graphics card sanggup menjalankan game kelas berat. Tampilan visual yang tidak mencapai 30 fps pada Metro: Last Light dirasa wajar mengingat game ini memang memiliki kualitas visual di atas rata-rata.

Namun, jika memainkannya dalam setting normal, frame yang dihasilkan setiap detiknya pasti akan meningkat drastis. Selain itu, graphics card ini tidak menemukan masalah saat menjalankan game balapan GRID 2. Kelemahan yang terlihat di graphics card Digital Alliance GTX 750 TI StormX OC Dual bukanlah dari segi performa, melainkan dari segi paket penjualan. Dibalik kekurangan tersebut, interface untuk monitor yang disediakan cukup lengkap, memungkinkan graphics card ini diduetkan dengan monitor dengan konektor khusus.

Categories
Tekno

ASRock Z97 Killer Bagian 2

Oleh karena itu, solusi pendingin berupa heatsink setinggi 3 cm dengan desain khas FATAL1TY juga terpasang di sisi yang sama. Heatsink pada southbridge juga memiliki ukurang yang cukup besar, sehingga posisi slot SATA sebanyak 6 buah harus dipindahkan ke sisi pojok kanan bawah motherboard, sama seperti motherboard lawas.

Secara keseluruhan, performa yang ditawarkan motherboard yang telah mendukung teknologi Quad CrossFireX ini tidak berbeda jauh dengan varian satunya, Z97X Killer. Dengan hargga yang dibanderol di bawah dua juta rupiah, motherboard ini menjadi salah satu produk yang pantas menemani prosesor Haswell Anda.

Spesifikasi

produsen: ASRock info: www.asrock.com harga: Rp 1.850.000 distributor: Astrindo Senayasa telepon: (021) 2938 2288 DATA TEKNIS cpu: Intel Socket 1150 chipset: Intel Z97 Express Chipset MeMory: Dual-channel 1600 MHz sata3 / sata eXpress: 6 / 1 usb 3.0 / usb 2.0: 4 / 4 Multi gpu support: AMD CrossfireX, AMD Quad CrossfireX onboard graphics: Intel HD Graphics video output: HDMI, D-Sub, DVI special feature: Purity Soundâ„¢ 2, Gaming Armor. + dukungan teknologi aMd quad crossfireX + performa tidak jauh berbeda dengan Z97X Killer

Categories
Tekno

ASRock Z97 Killer

Para produsen motherboard terkemuka tampaknya cukup kompak dengan menghadirkan jajaran produk seri gaming untuk chipset Z97. Ditambah lagi, warna hitam dan merah menjadi warna dominan pada varian produk tersebut, tak terkecuali dengan ASRock Z97 Killer. Meskipun tidak secara terang-terangan menulis embel gaming, ASRock menggunakan nama FATAL- 1TY yang artinya motherboard dengan feature dan kemampuan ekstrim.

Ekstrim disini berarti siap memenuhi kebutuhan gaming pemiliknya. Dari arsitekturnya juga terlihat penggunaan chip Killer E2200 yang sangat dibutuhkan oleh gamer profesional demi mendukung aksinya saat mengikuti turnamen game. Chip tersebut juga lebih istimewa karena memiliki heatsink berlogo Killer E2200 yang sempurna menutupinya. Beralih ke sisi bawah, interface SATA yang tertanam dalam motherboard ini menggunakan tema klasik.

Motherboard yang saat ini beredar sebenarnya meletakkan interface SATA pada sisi kanan bawah dan menghadap ke samping. Interface SATA pada ASRock Z97 tidak dirancang demikian, sehingga tata letaknya terkesan masih menggunakan desain klasik. Rancangan ini sebenarnya agak menyulitkan pengguna yang ingin memanfaatkan feature cable management. Karakteristik lainnya yang sangat terlihat adalah VRM Phase yang terletak pada sisi kiri soket procesor.